| Beringin tua di pinggir jalan raya di sebuah ibu kota yang setengah muda ratusan tahun usianya berdiri menadah matari memayungi bumi burung-burung berterbangan menyanyi di sini rumah mereka, di sini keluarga bahagia kupu-kupu berkejaran dalam senda guraunya anak-anak bermain di keteduhan perdunya. Tiba-tiba pagi yang hitam itu datang Sampai sekarang, tiap senjakala lembayung petang Selamat tinggal, selamat tinggal wahai awan Namaku Beringin pohon tua yang terbuang |
Jumaat, 8 Ogos 2008
Balada Terbunuhnya Beringin Tua Di Pinggir Sebuah Bandaraya
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)

Tiada ulasan:
Catat Ulasan