Jumaat, 12 September 2008

Khamis, 11 September 2008

Lirik Lagu Pretty Boy- M2M

I lie awake at night
See things in black and white
I’ve only got you inside my mind
You know you have made me blind

I lie awake and pray
That you will look my way
I have all this longing in my heart
I knew it right from the start

Oh my pretty pretty boy I love you
Like I never ever loved no one before you
Pretty pretty boy of mine
Just tell me you love me too
Oh my pretty pretty boy
I need you
Oh my pretty pretty boy I do
Let me inside
Make me stay right beside you

I used to write your name
And put it in a frame
And sometime I think I hear you call
Right from my bedroom wall

You stay a little while
And touch me with your smile
And what can I say to make you mine
To reach out for you in time

Oh my pretty pretty boy I love you
Like I never ever loved no one before you
Pretty pretty boy of mine
Just tell me you love me too
Oh my pretty pretty boy
I need you
Oh my pretty pretty boy I do
Let me inside
Make me stay right beside you

[BRIDGE]
Oh pretty boy
Say you love me too

Oh my pretty pretty boy I love you
Like I never ever loved no one before you
Pretty pretty boy of mine
Just tell me you love me too
Oh my pretty pretty boy
I need you
Oh my pretty pretty boy I do
Let me inside
Make me stay right beside you

Rabu, 10 September 2008

Dengan Mata Dahaga


kanak-kanak itu berlari
dengan mata dahaga

mereka tidak berteriak
tidak menjerit kesakitan–
kesakitan telah mereka benamkan
ke rahang kebuluran
ke liang luka bumi

tidak ada tanaman di sekitar
hanya hamparan rumput yang hangus
dan serpihan kerikil
dari lemparan batu-batu
di bawah terik matahari

mereka tidak mahu sayembara
mereka tidak kenal sayembara
mereka hanya kenal pada cengkaman
kawat-kawat berduri
merentang ke hujung sempadan

dan kanak-kanak itu terus berlari
dengan mata dahaga
ke seluruh pelosok benua
di bawah terik matahari
mencari sekeping roti untuk dibahagi

di manakah roti itu kita sembunyikan?

Selasa, 9 September 2008

Satu Mei


Merekalah menyusun lapis-lapis besi waja
Merekalah membina batu-bata
Membancuhnya dengan titik peluh
– bangunan tinggi itu masih jua meminta
lalu diberikanlah nyawanya.

Merekalah yang menyedut udara kotor
Racun gas itu berbaur di rongga
menjalari saraf pernafasannya
menghentikan detak jantungnya
–segalanya untuk upah beberapa sen cuma.

Merekalah membunyikan mesin-mesin kilang
debu dan serbuk logam berterbangan
hari demi hari berkumpul bersarang
di jantung dan paru-parunya
–jentera kilang itu masih lagi meminta
lalu kudunglah jarinya
lalu kudunglah tangannya
lalu kudunglah nyawanya
segalanya untuk upah beberapa sen cuma.

Merekalah menggali perut bumi yang sakit
lumpur dan pasir memenuhi tiap rongga
tanah lombong yang selalu mengucapkan simpati
menimbusi membungkus tubuh para pekerja
melindunginya dari pemerasan kejam
–upah yang diterimanya sekadar beras segenggam.

Merekalah mewarisi pusaka zaman
seluar sehelai baju bertampal
tikar buruk di sudut bangsal
tulang selangka dapat dibilang.

Mereka kini menyedari kekuatan diri
Mengubah wajah sebuah negeri
Menukar nama seorang menteri
Di matanya api di tangannya besi.