Ahad, 19 Oktober 2008

Gadis Kecil


Tubuh itu mengingatkan daku
sebatang pinang di desa sepi
kurus dan tinggi
ketika ribut besar
pohon sekitarnya rebah terkapar
dan pohon pinang tegak menanti
sinar matari pagi

Demikianlah gadi kecil itu
kurus seperti sebatang pinang
bertahun berulang-alik melalui
penjara kawat duri menemui
ayahnya yang bertahun pula sendiri
menentang tiap penderitaan
tabah dan beriman.

Gadis kecil itu mengagumkan daku
tenang dan senyuman yang agung
dengan sopan menolak pemberianku
'saya tak perlu wang, pak cik,
cukuplah kertas dan buku.'

Usianya terlalu muda
Jiwanya didewasakan oleh pengalaman
tidak semua orang mencapai kekuatan demikian
ketabahan yang unik, mempesonakan.
Bila aku menyatakan simpati dan dukaku
rasa pilu terhadapnya

sekali lagi dia tersenyum dan berkata:
'jangan sedih, pak cik, tabahkan hati
banyak anak-anak seperti saya di dunia ini.'

Aku jadi terpaku
dia, si gadis kecil itu menenteramkan
mengawal ombak emosiku
jangan sedih melihat derita pahitnya.
Alangkah malunya hati seorang lelaki dewas
yang mahu membela manusia derita terpenjara
menerima nasihat supaya tabah dan berani,
dari anak penghuni penjara sendiri?

Sepuluh anak seperti dia
akan menghapuskan erti seribu penjara.

Jumaat, 12 September 2008

Khamis, 11 September 2008

Lirik Lagu Pretty Boy- M2M

I lie awake at night
See things in black and white
I’ve only got you inside my mind
You know you have made me blind

I lie awake and pray
That you will look my way
I have all this longing in my heart
I knew it right from the start

Oh my pretty pretty boy I love you
Like I never ever loved no one before you
Pretty pretty boy of mine
Just tell me you love me too
Oh my pretty pretty boy
I need you
Oh my pretty pretty boy I do
Let me inside
Make me stay right beside you

I used to write your name
And put it in a frame
And sometime I think I hear you call
Right from my bedroom wall

You stay a little while
And touch me with your smile
And what can I say to make you mine
To reach out for you in time

Oh my pretty pretty boy I love you
Like I never ever loved no one before you
Pretty pretty boy of mine
Just tell me you love me too
Oh my pretty pretty boy
I need you
Oh my pretty pretty boy I do
Let me inside
Make me stay right beside you

[BRIDGE]
Oh pretty boy
Say you love me too

Oh my pretty pretty boy I love you
Like I never ever loved no one before you
Pretty pretty boy of mine
Just tell me you love me too
Oh my pretty pretty boy
I need you
Oh my pretty pretty boy I do
Let me inside
Make me stay right beside you

Rabu, 10 September 2008

Dengan Mata Dahaga


kanak-kanak itu berlari
dengan mata dahaga

mereka tidak berteriak
tidak menjerit kesakitan–
kesakitan telah mereka benamkan
ke rahang kebuluran
ke liang luka bumi

tidak ada tanaman di sekitar
hanya hamparan rumput yang hangus
dan serpihan kerikil
dari lemparan batu-batu
di bawah terik matahari

mereka tidak mahu sayembara
mereka tidak kenal sayembara
mereka hanya kenal pada cengkaman
kawat-kawat berduri
merentang ke hujung sempadan

dan kanak-kanak itu terus berlari
dengan mata dahaga
ke seluruh pelosok benua
di bawah terik matahari
mencari sekeping roti untuk dibahagi

di manakah roti itu kita sembunyikan?

Selasa, 9 September 2008

Satu Mei


Merekalah menyusun lapis-lapis besi waja
Merekalah membina batu-bata
Membancuhnya dengan titik peluh
– bangunan tinggi itu masih jua meminta
lalu diberikanlah nyawanya.

Merekalah yang menyedut udara kotor
Racun gas itu berbaur di rongga
menjalari saraf pernafasannya
menghentikan detak jantungnya
–segalanya untuk upah beberapa sen cuma.

Merekalah membunyikan mesin-mesin kilang
debu dan serbuk logam berterbangan
hari demi hari berkumpul bersarang
di jantung dan paru-parunya
–jentera kilang itu masih lagi meminta
lalu kudunglah jarinya
lalu kudunglah tangannya
lalu kudunglah nyawanya
segalanya untuk upah beberapa sen cuma.

Merekalah menggali perut bumi yang sakit
lumpur dan pasir memenuhi tiap rongga
tanah lombong yang selalu mengucapkan simpati
menimbusi membungkus tubuh para pekerja
melindunginya dari pemerasan kejam
–upah yang diterimanya sekadar beras segenggam.

Merekalah mewarisi pusaka zaman
seluar sehelai baju bertampal
tikar buruk di sudut bangsal
tulang selangka dapat dibilang.

Mereka kini menyedari kekuatan diri
Mengubah wajah sebuah negeri
Menukar nama seorang menteri
Di matanya api di tangannya besi.


Rabu, 13 Ogos 2008

Penjual Air Batu

Pelan-pelan di pinggir jalan kota,
Penjual air batu suaranya ditelan deru kereta,
Ia bisa ditulikan dengan pekikan hon-hon,
Tuan-tuan yang terganggu bisa pula menghamun.

Undang-undang ialah suatu kekuasaan,
Yang biasanya untuk orang-orang bawahan,
Dan berseraklah orang-orang pakaian seragam,
Memburu tangkapan yang 'melanggar aturan'.

Anak-anak di bawah kolong, perutnya kosong,
Ah' ayah belum pulang, manakah dia?
Isteri menanti dengan hati separuh bingung,
Tunggulah, betapa ia pulang jua.

(Sampai gelap merangkak menghampiri,
Penjual air batu belum pulang lagi)

Tapi berapa kali tangkapan terjadi,
Ia usahakan untuk berjual mencari rezeki.

Bilakah ruang keadilan memberi isi,
Para penjaja dalam hayatnya wajah berseri?
Bila nanti undang-undang jadi perlindungan,
Semua manusia tanpa kasta menerima keadilan.

Selasa, 12 Ogos 2008

Cinta Dari Sebuah Kamar

dinding
bentukmu seharusnya
segi tiga supaya kudapat
melihatmu dengan teliti
dan saksama

lantai
kalau suatu pagi
aku jatuh tersungkur
aku tau
cintamu telah bermula
di hujung tumitku

meja
aku berterima kasih padamu
air yang kuletakkan
di dadamu
tak jadi tumpah

tilam
pijat-pijatmu adalah
kegirangan rama-rama
bersayap kapas
setiap malam berkeliaran
mencari mimpiku

cermin
bagaimana
tulang belakangku pagi ini?

jendela
langitmu terlalu biru
awanmu terlalu ungu
sebentar kubuka kututup
kubuka kututup
kubuka kubuka kubuka

siling
tuk tuk tuk
bunyi cicak
– ia sedang melamarmu
dengan ekornya

Isnin, 11 Ogos 2008

Kekasih

Akan kupintal buih-buih
menjadi tali
mengikatmu

akan kuanyam gelombang-gelombang
menjadi hamparan
ranjang tidurmu

akan kutenun awan-gemawan
menjadi selendang
menudungi rambutmu

akan kujahit bayu gunung
menjadi baju
pakaian malammu

akan kupetik bintang timur
menjadi kerongsang
menyinari dadamu

akan kujolok bulan gerhana
menjadi lampu
menyuluhi rindu

akan kurebahkan matari
menjadi laut malammu
menghirup sakar madumu

Kekasih, hitunglah mimpi
yang membunuh realiti
dengan syurga ilusi.

Guru Oh Guru


Dialah pemberi paling setia

setiap akar ilmu miliknya

pelita dan lampu segala

untuk manusia sebelum menjadi dewasa.


Dialah ibu dialah bapa juga sahabat

alur kesetiaan mengalirkan nasihat

pemimpin yang ditauliahkan segala umat

seribu tahun katanya menjadi hikmat.


Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa

jika hari ini seorang raja menaiki takhta

jika hari ini seorang presiden sebuah negara

jika hari ini seorabng ulamak yang mulia

jika hari ini seorang peguam menang bicara

jika hari ini seorang penulis terkemuka

jika hari ini siapa sahaja menjadi dewasa;

sejarahnya dimulakan ooleh seorang guru biasa

dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca


Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya

di sebuah sekolah mewah di ibu kota

di bangunan tua sekolah di Hulu Terengganu

dia adalah guru mewakili seribu buku;

semakin terpencil duduknya di ceruk desa

semakin bererti tugasnya kepada negara.


Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku

budi yang diapungkan di dulang ilmu

panggilan keramat "cikgu" kekal terpahat

menjadikan kenangan ke akhir hayat.

Jumaat, 8 Ogos 2008

Balada Terbunuhnya Beringin Tua Di Pinggir Sebuah Bandaraya


Beringin tua di pinggir jalan raya
di sebuah ibu kota yang setengah muda
ratusan tahun usianya berdiri
menadah matari memayungi bumi
burung-burung berterbangan menyanyi
di sini rumah mereka, di sini keluarga bahagia
kupu-kupu berkejaran dalam senda guraunya
anak-anak bermain di keteduhan perdunya.

Tiba-tiba pagi yang hitam itu datang
geregasi teknologi menyerangnya
dengan kejam membenamkan gigi-gigi besi
sehingga terdengarlah jeritan ngeri
suara Beringin rebah ke bumi.

Sampai sekarang, tiap senjakala lembayung petang
dengarlah suara Beringin mengucapkan pesan:

Selamat tinggal, selamat tinggal wahai awan
Selamat tinggal matari selamat tinggal bulan
Selamat tinggal kupu-kupu sayang
Selamat tinggal wahai burung-burung bersarang
Selamat tinggal anak-anak bermain riang.

Namaku Beringin pohon tua yang terbuang
dimusuhi oleh rancangan bernama Pembangunan.