| Merekalah menyusun lapis-lapis besi waja Merekalah membina batu-bata Membancuhnya dengan titik peluh – bangunan tinggi itu masih jua meminta lalu diberikanlah nyawanya. Merekalah yang menyedut udara kotor Racun gas itu berbaur di rongga menjalari saraf pernafasannya menghentikan detak jantungnya –segalanya untuk upah beberapa sen cuma. Merekalah membunyikan mesin-mesin kilang debu dan serbuk logam berterbangan hari demi hari berkumpul bersarang di jantung dan paru-parunya –jentera kilang itu masih lagi meminta lalu kudunglah jarinya lalu kudunglah tangannya lalu kudunglah nyawanya segalanya untuk upah beberapa sen cuma. Merekalah menggali perut bumi yang sakit lumpur dan pasir memenuhi tiap rongga tanah lombong yang selalu mengucapkan simpati menimbusi membungkus tubuh para pekerja melindunginya dari pemerasan kejam –upah yang diterimanya sekadar beras segenggam. Merekalah mewarisi pusaka zaman seluar sehelai baju bertampal tikar buruk di sudut bangsal tulang selangka dapat dibilang. Mereka kini menyedari kekuatan diri Mengubah wajah sebuah negeri Menukar nama seorang menteri Di matanya api di tangannya besi. |
Tiada ulasan:
Catat Ulasan